“Kenapa diam..?”
Jo menghela nafas, “Maaf Bu.. Bokeb Jo berpikir keras.. Bu..,” Jo mengerang pelan penuh kenikmatan. Hanya kemudian terdengar tawa berderai mereka berdua.Jo mulai lupa percakapan yang menimbulkan tanda tanya tersebut karena kesibukannya setiap hari. Jadi selama ini kamu..?”
“Iya Bu. Terlintas sesuatu yang agak aneh dengan anak ini. “Plak.. Namun sungguh luar biasa pengalamannya tersebut. “Okh.. anak ini cukup rajin membersihkan kamarnya..” pikirnya. Tak sedikitpun terpikir, Bu rhien yang begitu berwibawa itu melakukan perbuatan seperti ini.Dada Jo agak berdesir teringat ucapan Bu Rhien tentang Inah. Seperti kencing namun terasa enak campur gatal-gatal gimana.”Ohk.. Ternyata benar.. Dihadapannya kini Bu Rhien, majikannya berdiri menatapnya dengan pandangan yang tidak dapat ia mengerti.“Jo..” suaranya agak serak. Ternyata benar.. Mulanya dia berfikir pelayanannya hanya akan sebentar karena dia tahu anak ini pasti sudah diujung “konak”-nya. Jo merasakan desiran hebat ketika betis mereka bersentuhan. Hingga suatu sore, Jo agak terkejut ketika dia tengah beristirahat sebentar di kamarnya. “Kira-kira berapa hari Bu..?” tanya Inah




















