Dengan agak malas suamiku berusaha membuka matanya.“Udah jam berapa nih say?” Ia menanyakannya dengan senyum.“Jam tujuh lewat” kataku langsung memberikannya handuk.“Ayo dong mandi. Bokep jepang Aku terbawa oleh suasana. Lenguhan kedua lelaki membuat saya segera berjinjit dan segera masuk kembali ke kamar tidur. Aku kesal, marah dan ingin berteriak histeris. Sementara mereka masih tetap telanjang, tidak berusaha untuk menutupi aurat mereka. Aku memang sangat bernafsu.Dalam kebingunganku, sepatu di tanganku jatuh dan mengagetkan ketiganya.“Eh, kamu An..” suamiku kaget. Ada semacam rasa benci dalam hati, namun aku berusaha untuk mengendalikannya.“Mari mbak, mas, silahkan dimakan rotinya, ntar keburu dingin loh” aku mempersilahkan tamuku untuk mulai sarapan.Aku memberikan roti yang telah berisi selai kepada suamiku.“Thanks sayang”.“Wah, beruntung Edy memiliki istri seperti Ana. Suamiku balas memelukku, mencium keningku kemudian langsung tertidur. Sesaat mereka terdiam, tiba-tiba mbak Sally menimpali.“mungkin sebaiknya kita istirahat aja di rumah.




















