Pekerjaan resmi (pekerjaan tidak resmi saya adalah cewe bokingan) ini cocok dengan pendidikan saya. Link bokep Saya bukan cewe bokingan kelas Kramat Tunggak apalagi Monas di Jakarta atau Gang Dolly di Surabaya.Saya seorang cewe bokingan profesional. “Luar biasa!” mengatakan demikian sambil menggelengkan kepalanya.Atau ada yang menganggukkan kepala, “Biasa!”. Tetapi nanti dulu, jangan mencemoohku dulu. Itu terjadi pada tahun pertama saya menjadi cewe bokingan.Waktu itu saya hamil 2 bulan. Saya mempunyai buku catatan harian tentang hidup saya. Saya tidak pernah diskriminasi, apakah pembeli saya itu seorang pejabat atau konglomerat. Belum sampai dia menjawab pertanyaan saya, saya sudah mengatakan,“Dik Mul, Mbak Kirana dicium dulu yach!”“Ach enggak Mbak jangan.”“Lho kenapa? Tetapi bersetubuh sambil disiksa, atau saya harus menyiksa pasangan saya, saya akan menolak.Tiga tahun menjadi cewe bokingan telah memberikan pengalaman hidup yang besar sekali dalam diri saya. Orangnya tinggi, atletis dengan potongan rambut cepak, dan penampilannya seperti militer.Konon katanya, sehabis lulus SLTA Mulyono pernah mengikuti tes masuk di AKMIL, tetapi jatuh




















