Tak lama kemudian, Joane merasa tubuhnya mengejang tanpa bisa ditahan lagi, cairan kewanitaannya meleleh membasahi daerah selangkangannya.Pluk…Imron menarik lepas penisnya dari vagina Joane, lalu dijenggutnya rambut gadis itu sehingga membuatnya merintih. Mudah saja bagi Imron untuk memperkosanya saat itu juga, tapi dia paling tidak suka kalau korbannya belum takluk sepenuhnya yang biasa dia intimidasi dengan skandal-skandalnya, lagipula menyerang secara frontal begitu risikonya tinggi, bisa-bisa si korban histeris atau melaporkannya. Bokepindo Gadis itu merem-melek merasakan tusukan-tusukan keras pada vaginanya serta tangan-tangan yang menggerayangi tubuhnya. Dengan setengah paksa Imron mempreteli pakaian Joane satu-persatu hingga di badannya hanya tersisa sepatu hak, arloji, dan gelang kakinya saja. Saking enaknya, pertahanan Imron langsung jebol dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Gangbang, memang bukan pertama kalinya bagi Joane karena dia pernah merasakannya di pesta-pesta pribadi dengan temannya, namun baru kali ini dia melakukannya dengan orang-orang kasar dan kelas bawah seperti mereka.




















