Dan akhirnya penisku menyemprotkan sperma yang sangat banyak dan berkali-kali ke dalam rahim Vie.Kami berdua jatuh berlutut di lantai sementara penisku masih bersarang di vaginanya.“Anget..” Vie menggumam.“Apanya?” tanyaku terengah-engah.“Sperma kamu, di rahimku..”“Emang biasanya dingin ya?”“Yang sekarang lebih..”Aku mengusap rambutnya, dan memeluknya dengan sayang. Bokepindo Tentu saja di bawah sana penisku menegang.Pijatan di kepala beralih ke tengkuk Vie yang mulus dan dipenuhi rambut halus. cepetan! Biar dia nonton kamu entotin aku.” Vie balas berbisik. Aku ceritakan apa yang kudengar dari Arman sambil memeluk tubuh mungilnya. “Okee..”Aku gunakan kakiku untuk mengambil bajuku dan mengeluarkan botol pemberian Pak Daru dengan tanganku tanpa melepas penisku yang sudah menancap. “Maaf, tapi saya minta Ibu melepas pakaian” sambungnya lagi.Wajah Vie merona merah. Pak Daru melumuri dua bongkahan pantat Vie dengan minyak dan segera memijat dengan perlahan. Jelas Vie mulai terangsang birahinya dengan pijatan Pak Daru.Apalagi ketika Pak Daru memijat pangkal paha bagian dalam, tarikan nafas Vie berubah menjadi lebih berat dan matanya terpejam.




















