Tanganku sempat tersambet pisau dan membuat luka gores sepanjang 10 cm, namun aku berhasil merebut pisau nya dan kupatahkan pergelangan tangannya, sementara yang muka sangar ku pukul sehingga terlihat bibir nya meneteskan darah.Sebenarnya aku sudah kelelahan tapi aku mencoba tetap tenang dengan menggertak mereka dengan pisau yang kurebut sambil berdoa dalam hati, kami terdiam sesaat lalu mereka perlahan-lahan mundur, dan membalikkan badan dan kabur.Aku segera masuk mobil dan kusuruh Salsa segera tancap gas dengan wajah masih terlihat tegang dia segera menjalankan mobil dan keluar dari parkiran, Salsa berkata kepadaku,“Ihh tangan kamu berdarah tuh kamu nggak apa-apa?” Salsa membantu mengobati lukaku dengan peralatan P3K yang ada dimobilku.“Feri, kamu nggak apa-apa? Bokep stw hei.. ahh!” sedikit demi sedikit batangku sudah masuk setengahnya.Ku hentikan gerakanku sejenak sambil berkata,“Sa, kamu siap?”“Siuap apaan sih.. ah!” Erangan itu diiringi menyemburnya cairan hangat berwarna bening membasahi mulutku, setelah kuturunkan badannya dan Salsa membantu menjilati cairan yang masih tersisa di vagina Wilona sampai bersih, tubuh Wilona




















