Aku menuliskan request laguku dan memberikannya melalui pelayan cafe tersebut.“The Boy From Ipanema, please.. Bokep montok Suaraku biasa saja juga permainanku. Justru aku yang gugup melihat pemandangan indah di depanku.“Di kamarku ada kamar mandinya kok. Aku hanya berusaha melayani setiap wanita yang bercinta denganku. Gak usah terkejut. Kalau ditolak, berarti dia tidak bermaksud apa-apa denganku. Kemudian dia berdiri. Musik cerdas yang membuat otakku berpikir setiap mendengarnya. Percakapan dengan client menyita perhatianku. Sudah jam 1 pagi. Entahlah. Lagu Jazz yang sangat sederhana. Kami bercumbu kembali. Ya, aku menerima ajakannya untuk masuk sebentar walaupun ini sudah hampir jam 1 pagi.“Aku kontrak rumah ini dengan beberapa temanku sesama penyanyi cafe. Sampai kemudian telingaku menangkap perubahan cara bermain dari sang keyboardist. Dengan usil jariku meraba anusnya, kemudian memasukkan jariku.“Hey.. Udah lama aku tidak merasakan semburan cairan pria” Aku agak terhenti. Beberapa saat kemudian aku berhenti. Kini mukaku dan Felicia saling bertatapan.




















