Tapi sekarang kondisi yg aku hadapi begitu berbeda. Bokeb Kami mempersilakan dia duduk di depan, di samping Peter yg menyetir mobil. Dia tak menolak. Wah, aku paling tak bisa memperhatikan perempuan menangis di hadapan aku. Sepertinya paling tak meminta teman-teman aku menunggu di mobil, jadi kami bisa bergantian.“Pet, Jeb, dan Hendi gimana kalau kalian menunggu di bawah?” tanya aku.“Tentu kalau room boynya udah pergi,” kata aku lagi.“Nggak mau ah…” ternyata si Diah yg menjawab.“Aing mau kalian semuanya berada di kamar ini!” kata Diah.“Ente kuat emangnya…?” pancing si Hendi.“Emangnya ente sendiri kuat?” jawab si Diah menantang.Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. Bahkan kamu membenci mereka…”Kali ini terlihat matanya berkaca-kaca. Memperhatikan kasur, langsung saja kami menjatuhkan diri ke sofa dan ke ranjang. Sambil bernyanyi kami bercanda dan mengobrol ke sana ke mari.Dari situ aku tahu Dian berasal dari Bandung sementara wanita lain ada yg berasal dari Medan, Padang, Surabaya, Batam, dan sebagainya.




















