Tadinya hendak kulempar begitu saja celana dalamku itu, namun Felicia berseru, “Tunggu Lisa, kesinikan kau punya celana dalam itu!” Kulemparkan celana dalamku, dan segera setelah menyambutnya Felicia mendekatkan celana dalam itu ke hidung mancungnya sembari menghirup dalam-dalam aroma sekresi kewanitaanku. Ujung-ujung jariku menyentuh rambut-rambut lembutnya dan gelitikan lembutku membuat postur berdirinya lemas, menengadah dan mendesah.“Apakah ini cukup hangat?” tanyaku. Bokep asia Tidak mengambil waktu lama sebelum kami berdua mulai saling mencari satu sama lain. Perlahan Felicia memijit kedua puting payudaraku, dan kurasakan memanasnya di bagian antara kedua pahaku. “Lalu tunggu apa lagi?” kataku sembari meraih tangannya.Kami pindah ke sebelah ranjang dan menanggalkan apa yang tersisa di badan kami (kecuali celana dalamku). “Tapi itu artinya saya harus membagi kau dengan mereka”, kata Felicia. Kembali kulimpahkan segala perhatianku ke kelamin partnerku, menyibakkan labianya yang hangat, dan ketika kukecap pelumas Felicia yang mulai mengucur kembali, kurasakan jarinya yang giliran menjelajahi pantatku.




















