Utk seorang Nakim yg masih lugu, kurasa sikap istriku sudah cukup meyakinkan.Kulirik Nakim yg tak henti2nya menatap istriku yg kini seperti lemah tak berdaya, senyum kecil terulas kearahku saat ia lihat istriku tak sadar waktu telapak tangan kananku mulai membelai dada montoknya. Ia terus berusaha memberi kocokan pada penis Nakim dgn mulutnya, sementara itu penisku terus bermain mundur maju di vaginanya.Tak lama kemudian tiba2 Nakim menengadah. Vidio porno Istriku tertawa menggodaku, aku pun ikut tertawa.Sampai dirumah, Nakim spt biasa membukakan pintu,menyambut kami dgn santunnya. Sambil memberi selimut, kukedipkan mata kepada istriku sambil beranjak keluar.aku ke kamar mandi duluan ya,ma,suaraku agak lantang mengiringi langkahku menuju pintu kamar.Diluar kamar,ternyata Nakim sudah berdiri didepan pintu kamar mandi menungguku.gimana,kim?,tanyaku berbisik.Nakim tak mau bersuara krn takut terdengar, dia hanya mengangkat jempolnya sambil menunjukkan wajah salut.Aku mengerti dan pasang senyum,ya udah, tidur gih, besok aja bahasnya,ucapku masih berbisik.










