No info
Sedang asyik-asyiknya aku mengocok kontolku, si Nita bangun dan melihat ke arahku. Bokef aku terusin ceritanya. “Kenapa Mbok, nggak sungkan-sungkan, ini kan sudah malam, kasihan Nita Mbok..”. Setelah aku lepaskan kedua tangannya, aku sodorkan kontolku kedepan wajahnya dan aku suruh Nita untuk memegangnya. Ya.. tapi Nita malu Ndoro.. diisep ya.. udah yaa.. Kemudian aku peluk bidadariku kecilku ini dan sesuai janjiku dia aku kasih es krim rasa vanilla. jangaan.. “Kenapa Mbok, nggak sungkan-sungkan, ini kan sudah malam, kasihan Nita Mbok..”. auuhh.. “Nggak apa-apa Nduk.. Pembaca.. ahh..” itulah yang keluar dari mulutnya Nita. Hampir setiap hari aku fitnes. nanti enak kok.. “Sudahlah Mbok, ini juga kan untuk menebus kesalahanku karena menabrak Nita”. Akupun tidak peduli dengan keadaan Nita yang kakinya menendang-nendang dan tangannya mencengkeram seprei ranjangku sampai sobek disana sini.





















