Jari tengah kananku kembali mengusap dan menekan kemaluannya.Cairan kasih sayangnya makin membasahi tanganku dan paha dalamnya. Pengadilannya gimana?” Lama tak ada balasan.Sore baru dibalas,”Aku lagi sakit. Bokef Benar dugaanku. Saat ini umurnya kurang dari 50tahun.Saya pun menyapanya,”pagi Bu..”.Sedikit kaget,”Eh..kamu Ntok. Belum Mb..Mba Yola ang dibawah ya sekarang.. saya memposisikan diri sebagai pendengar, tak mau mengorek pertanyaan lebih detil. Kudorong sampai mentok tongkatku. Rambutnya tergerai ke belakang. Siang itu Mba Yola memakai baju kebesaran ibu ibu jika di rumah, daster. Ahhh..mmaasss..jorokkk.. Pipi kiri kananku dielus elus.Daster bawahnya kuangkat dan kulepas. Great, pikirku. Pake es ya Mb..panas soalnya.Eh..ya iya tho.., dia melirik sekilas padaku. Dielusnya pelan pelan.Sekujur tubuhku sedikit bergetar. Untung deh nggak ada acara. Kasihan Mba Yola , jatuh sakit sebab memikirkan kasus ini. Kepala dan rambutku diremas remas.




















