Kami mengobrol panjang lebar hingga tengah malam. “He eh.”
“Tunggu di sini sebentar.” Ia berkata itu lalu berjalan menuju kawan-kawannya. Bokep barat “Hey, kenapa lo?”
“Hhh, nggak apa-apa,” jawabku sambil berusaha berdiri dan menegak-negakkan badan. Setengah jam kemudian aku telah lupa bahwa aku sudah tidak ingin lagi bertemu dengan Felly. Entah kapan ia mengambil kunci wrenglerku. Hampir setengah botol kutenggak black label dari si Oghe. -Mereka Salah-) luluh kalau berhadapan dengannya.Hari Senin di kantor. Entah bagaimana ceritanya, kami ‘jadian’ lagi. Itu saja. Tapi entah mengapa hatiku (Sebagian temanku bilang aku tidak punya.. Hampir setengah lusin dengan perbandingan yang tak jelas antara pria dan wanitanya.Felly akhirnya turun dari mobil dan berjalan ke arahku. Setelah tarik urat syaraf sebentar karena kartu ajaibku tidak mau digesek, akhirnya aku terbebas setelah mereka mengawalku ke mesin ATM di Sarinah bawah. Ini yang kusukai dari cewek-cewek itu. Hard Rock Cafe cukup ramai. Aku duduk.




















