“Tadi kenapa menjerit Mbak?” aku jadi penasaran. Aku perhatikan dengan seksama raut muka nenek yang keriput di makan usia. Bokep hijab Aku sempat duduk, mengamati posisi tidur Nenek, dengan menetukan bagian mana dulu yang mesti kubuka. Rupanya, hilang juga kesabarannya, dan ia tak mau lagi mencoba menangkapku. Selanjutnya tangan-tangannya bergerak cepat berusaha menutupi tubuh 3/4 telanjangnya. Rinai hujan di luar rumah masih terdengar agak riuh, meski tak selebat tadi. Phew.. Aku merasa geli campur nikmat. Masa bodoh, aku toh tidak bisa seratus persen boleh di salahkan. Rupanya, hilang juga kesabarannya, dan ia tak mau lagi mencoba menangkapku. Tentu saja perkiraanku ini di dasari oleh kenyataan, ketika terasa ada sentakan khas, yang sebenarnya membuat suara ranjang berderit, nenek segera mengangkat tangan itu dan mendekatkan ke hidungnya, seperti sedang mencium sesuatu di antara jari telunjuk dan ibu jarinya.




















