Aku melakukan semua itu dengan tetap melayani ciuman Nana yang makin lama makin ganas, sampai kadang aku agak gelagapan susah napas dibuatnya.Aku melepaskan diri dari ciumannya dan menuntunnya untuk naik ke tempat tidur. Dia kelihatan menggigit bibir menahan sakit. Video bokep Wajahnya memandangku seperti memohon kepadaku untuk segera memasukkan kemaluanku.Akhirnya aku mulai kasihan padanya. Aku jadi nekad mencium pipinya. Kenyang dan pas dalam gengaman tanganku, yah pasti 34B.Perlahan2 aku mulai menciumi lehernya dan turun lagi mencari pentilnya. Di sepanjang jalan aku ajak ngobol dia, tapi memang dasar judes,, dia selalu menjawab dengan jawaban “Ya”atau “kadang” atau “tidak” dan “hmm”.Di Nine Ball Cafe kebetulan tidak begitu ramai aku sengaja memilih meja yang pojok. Dasar Bawel.. Dia minta padaku untuk berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama ini.Cukup sekali dan biarlah itu jadi kenangan indah saja.




















