Hehe kalau aku tak yakin bakalan dapat juga akhirnya manalah aku akan begitu degil mendesak dan membujuk terus.Tiga bulan kemudian sesudah peristiwa pertama di kala hujan dan badai itu aku ketakutan sendiri. Karena itu pelan-pelan aku turun dari ranjang terus ke kamar mandi.Aku sedang membasuh muka dan kumur-kumur sewaktu Tante Ratih mengetok pintu kamar mandi. Vidio porno Wajah itu juga kelihatan letih sekali. Aku sadar aku sudah keburu habis sementara merasa Tante Ratih masih belum apa-apa, apalagi puas.Dan tiba-tiba listrik menyala. Cepat kutarik tanganku.“Saya kira kita tidak memerlukan senter Tante. Dan lima menit lagi berlalu. Aku melepaskan kendali syahwat berahiku selepas-lepasnya. Habis itu aku kembali ke ranjang. Kuingat kata-kata pelatih sepakbola-ku. Tanpa kami sadari rupanya hujan badai sudah reda. Aku sebenarnya ingin sekali seandainya Lala jadi pacarku, tapi mana bisa. Lalu dia turun dari ranjang. Aku bobol lagi. Jangan buru-buru seperti tadi.”“Iya Tante, janji”.Dan kamipun melakukannya lagi. Aku memperlambat lalu menghentikan kocokanku.










