Sekali sentak maka terbukalah kimono Clara, hingga terbuka seluruh kulit tubuhnya yang mulus itu, tanpa bisa ditolak Clara.Dengan penuh nafsu Pak Mamat memilin dan membelai dada putih itu hingga memerah dan dengan mulutnya ia gigit putingnya. Ia sudah tidak sabar ingin menggauli Clara yang telah menjadi obsesinya selama ini malam itu.Pak Mamat berjalan kearah Clara, yang saat itu duduk ditepian ranjang.“Pak.. Bokep china koq di kunci?” tanya Clara.“Biasalah bu, jika malam hujan begini kan biar hawa dingin nggak masuk…” timpal Pak Mamat.“Bagaimana bu apa masih Dingin?” tanyanya.“Iya pak…” angguk Clara.“Baiklah buk bagaimana jika saya pijitin kepala ibu itu biar segar.” kata Pak Mamat“Silahkan pak…” jawab Clara.Lalu Clara duduk membelakangi Pak Mamat dan Pak Mamat pun naik ke ranjang itu dengan memijit kepala dan tengkuk Clara. Cuaca malam itu tetap hujan deras dan dingin udara terus menusuk tulang, Pak Mamat mengerti jika Clara khawatir sebab ia masih perawan, namun tekadnya sudah bulat bahwa malam itu Clara harus bisa ia










