“Kamu nakal ya”, ujarnya sambil mencubit burungku.Aku tak bisa mengelak karena kedua tanganku memegang stir mobil. Indo bokep “Besok ya Mas”. “Boleh, kenapa gitu”, jawabnya.Aku lingkarkan jari tanganku dan kuukur, ternyata jempol dan jari tengahku bisa ketemu dan di belakang mata kakinya ada lekukan yang tegas.“Wah, gila ini perempuan pasti suaminya beruntung”.Aku memang pernah dapat info bahwa ciri wanita yang demikian, istilah dengan teman temanku pokoknya tidak habis tiga ribu deh, (saking enaknya) hal ini yang bikin aku ingin mencoba kalau bisa. Amboi hatiku deg-degan badanku agak demam karena membayangkan apa yang akan terjadi. “Lho, lalu”, kataku. Dalam perjalan itu ruitsleting celanaku dibukanya dan dengan sigap dikeluarkannya rudalku, tanpa canggung diselusupkan kepalanya diantara stir dan perutku, dihisap dan dijilatnya.“Aah, gila kamu”, kataku. “Ke motel, yuk”, katanya. “Tenang, tenang pasti, aku kan juga siap”, kataku. Wuiih, rasanya, mulutnya kecil, giginya kecil rasanya geli sekali, ini permainan lihai rupanya, akupun tidak mau kalah.










