“Ih kamu kok masih nakal to dari dulu” Dia berkata. Nafasnya tersengal dan beliau terkulai diatasku. Bokepindo “Sebaiknya kita mandi disana saja Bu Nia, tempatnya juga tertutup koq” Aku berharap dia mau karena ada kesempatan untuk berdua. Mata sekali-kali mencuri pandang menikmati keindahan tubuhnya. ***** Begitulah cerita yang masih aku ingat ketika pertama kali aku bercinta dengan Bu Nia. Tanganku meremas-remas bokong indahnya dan jariku mencari lobang duburnya, setelah ketemu aku mempermainkan jariku membuat tusukan-tusukan kecil dan mengobok-obok alat buang air besarnya. Kemaluanku rasanya juga nggak mau ditidurkan, tapi akhirnya aku sadar bahwa wanita yang menggelorakan hasrat jiwaku adalah mantan guruku yang tak mungkin aku akan melampiaskan kepada beliau. Tetapi bayang-bayang kemolekan wanita paruh baya itu masih mengganggu pikiranku. Anganku terus mengalir bentuk tubuhnya yang ramping namun padat berisi, bongkahan bokongnya tampak jelas tercetak dibalik rok spannya begitu juga buah dadanya indah.




















