Fasa lihat di bagian pantat ibunya, sarungnya sedikit basah. Perlahan Dewi membalikan wajahnya, tangannya masih merangkul suaminya. Bokep stw Pelan-pelan dia angkat wajahnya, melipat paha Dewi ke arah dadanya dan dia menusuk batang penisnya yang besar, panjang dan keras ke mulut memek Dewi dengan ganas. Nah ini daftar barang yang mbak ingin beli”
Partodi buru-buru mengambil daftar belanjaan, menjatuhkan sarungnya berdiri mencari barang yang ingin dibeli. “Ohh… ibu, Fasa mau pipis…” tiba-tiba tubuh Fasa menegang. Fasa cuma mengangkat kepala di atas bantal untuk melihat perilaku ibunya. “Mari pak, naekin saya ”
“Nggak papa, bu?” jawab Lambert. “Uh yaaa, kencengin kangggggg” keluh Dewi bernafsu.Pak Lambert berdiri dari tempat duduknya dan perlahan-lahan berjalan menuju ke pintu kamar Dewi. Tangan Pak Lambert mulai memeluk badan Dewi. Beberapa menit kemudian Fasa bisa dengar suara ibunya mengerang perlahan.“Ohhh bang…. Fasa sampe malu”
“Terus Fasa ngapain?” tanya ibunya. Terangkat-angkat pantat Fasa jadinya.“Enak?” tanya Dewi lagi sambil tangannya terus mengocoki kontol anaknya.










