Kak Edo mendorong maju. Bokep asia Sedang aku? Aku masih megap-megap, kehabisan nafas. Menancap. Kak Edo duduk di sofa. Pegang selangkangan… oh sial. Aku mencucurkan air mata. Aku menangis, bahagia. Kedua lutut di pinggir ranjang, kedua siku menopang, dan kepala dan bahuku merunduk ke bawah, bagaikan rusa betina yg sedang minum air yg segar dengan rakusnya. Aku mencium wangi lendir membasahi hidungku. Terlalu gila, tdk pernah dibayangkan akan begini, tapi nyatanya luar biasa. Membayangkan ia sedang menghujamkan penisnya ke vagina lain, terasa menyakitkan.“Tapi, aku tdk pernah melakukannya.”
“Tdk pernah?” Aku mengejapkan mata.Kak Edo mengatakan bahwa ia pertama kalinya meniduri perempuan… tapi aku kira ia bercanda. Astaga, apakah aku sudah berkata salah? Aku merintih, memohon agar penisnya dimasukkan kembali. Aku mengangguk. Sedang aku? Tapi, kalau boleh, sekali ini, Biar saya melayani. Tapi saya tdk berharap bisa lebih. Jika aku tdk menjadikannya tuan, maka… maka hatiku akan sakit. Saya sudah berkata lancang…” Tuanku terdiam.Aku merasa tdk karuan.“Permisi, tuan…” dengan gugup aku




















