Hari ketiga saya dipersilakan masuk ke kost mereka yang cukup mewah. Bokep indo Belahan bajunya yang begitu rendah memamerkan kulit dadanya yang putih bersih. Selesai memesan makanan, saya mencari meja yang bersebelahan dengan cewek tersebut. Tahu diri, saya pamit pada mereka.Benih-benih cinta mulai bersemi di hati saya dan Vivi. Tanpa pikir panjang lagi saya menyusul si Andi. “Viii… Vivi…” tiba-tiba terdengar suara beberapa orang cewek. “Wah… nantang ya…” pikir saya selanjutnya. Dia terlihat begitu ceria dan dengan sigap merekam situasi di sana dengan handycam-nya. Tanpa pikir panjang lagi saya menyusul si Andi. Saya beberapa kali mengajak dia keluar tetapi selalu ditolak dengan halus. Kok nggak nongol-nongol sich?” gerutu Vivi sambil cemberut. Masih polos tuh anak, belum tahu kalau sejak tadi aku sudah mengincar cewek tersebut. Sambil makan, saya mengumpulkan keberanian untuk berkenalan. Lumayan juga pikir saya, tetapi dibandingkan Vivi.., masih mendingan Vivi… Jadi saya putuskan untuk tetap fokus pada Vivi.Dalam sekejap ruangan tersebut penuh dengan suara keempat cewek




















