“Jangan panggil Mbak dong, panggil Tika saja ya”
“Iya dech, Tika udah punya pacar belum?” tanyanya. “Sstss.. Bokepindo Maaf ka, lagi pake baju ya?” katanya kaget melihatku masih memakai celana dalam berwarna merah dan belum mengenakan BH sama sekali. Lebih cepat lagi..” pintaku. “Sstss.. hi.., pasti kubalas dengan foto bugil saya, eh maksud saya foto seksi saya dan kalau ada yang mengajak jalan bersama, saya ingin ikut dong.Jika tanpa foto, maaf saja, saya tidak bisa membalas surat Anda. “Ada apa Na?” tanya saya heran pada Ana. Jangan..” teriaknya keras karena kaget payudaranya saya pegang. Na.. Levana yang dari tadi memperhatikan saya, juga ikut-ikutan merogoh payudaranya sendiri. “Fifiani” katanya memperkenalkan diri. “Kutunggu ya..”
“Ya”. Ka.. “Boleh nggak minta tolong?”
“Tolong apa?”
“Itu lho, rumah saya khan sedang direnovasi..”
“Terus?”
“Mmh, boleh numpang nginep nggak di rumahmu?” tanya Ana ragu-ragu. Ya, ayo..” perintah saya setelah Fifi memasukkan penis plastik itu dan mendorongnya keluar masuk hingga saya merasa nikmat dan menjepit penis plastik itu dengan keras











