“Pa.. Mungkin pengaruh dendamku yang sudah memuncak membuatku tak berbelas kasihan lagi, tak pikir dia gadis belia. Bokep jepang Atau mati?” ancamku. Sudah delapan botol bir aku dan Mamat habiskan di cafe ini. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya aku pun pulang dan mengembalikan motor Mamat.“Apa? kakak kee Jakarta….” jawab gadis ABG yang sudah memasuki bangku SMA ini. “Eh, kok gitu…” balasku. Perlakuan ibunya sedikit agak beda terhadapku hari ini. Gak perlu dipaksain!” kata Rianti yang kemudian terus menjauh jauh. “Syamsul ada buka tambal ban tak jauh dari sini…” kata Rianti mengenalkanku kepada ibunya. “Nanti aku jemput ke rumah…” teriakku ketika Rianti belum terlalu jauh melangkah.“Gitu dong bro…” Mamat mencoba memberikan dukungannya. Aku segera bangkit untuk mengejarnya, tapi usahaku tidak perlu karena Dini kembali ke kamar dengan digendong Mamat.




















