Jawabku asalasalan.Bener?Iya. Bokeb Di sana kami terdiam,
mendengarkan ombak, begitu istilah Diana tadi. Diana berteriak kepadaku.Kemana?Rumah. Sampai setengah jam kami
hanya berdiam. Sumpah, sampai sekarang aku tak pernah pacaran sama cowok. Aku rasakan hatiku tergetar, bibirku pun kurasakan bergetar,
begitu juga dengan bibirnya.Aku tersenyum, dan ia pun tersenyum. Jadi setelah mengantar
materi yang kudapat kepada rekanku yang akan membuat beritanya, aku dan
Diana menuju arah utara. Mana lagi pantai di Jakarta ini.Aku
parkirkan mobil Kijangku di pinggir pantai Ancol. Waktu teriak, ikutan
teriak. Tangannya
menggapai kemaluanku yang sudah menegang dan membesar dari tadi. Kami terus
bercakapcakap, sambil minum teh botol yang dijual pedagang asongan.Waktu terus berlalu. Terkadang pun aku bertanya padanya. sshh, sshhLidahnya terkadang keluar sedikit
membasahi bibirnya yang sensual. Rumah saya di dekat situ juga.Boleh saja. Nadanya jadi lain, agakagak sendu.Tidak ikut tadi?Nggak.Kenapa?Lagi marahan aja.Wah.., gawat nih.Biarin aja.Kenapa emangnya?Dia ketangkap basah selingkuh dengan temanku, tapi tidak mengaku.Perang, dong?Aku marah!




















