“Gimana kalau kita foto, kalau perlu kita rekam…., terus kita pakai itu semua untuk mengancam mereka…”Wah….aku memang hebat, nggak percuma kan, teman-temanku menunggu kedatangan detektif cantik Maya, yang sudah terkenal sampai ke seluruh pelosok negri ini, cantik, baik hati, pintar, gesit, selalu tepat waktu nggak pernah telat sedikitpun (Karena telatnya banyak dan sering banget…..Ho Ho Ho)Vivi mengeluarkan HP-nya dengan kamera 1.3 mega pixel, Farida, Reina juga mengeluarkan Hp terbaru mereka, Hp3.5 G dengan kamera 3.2 mega pixel, kabarnya mereka menguras hasil tabungan mereka demi HP baru merk Sony Ericson dengan cybershoot, kemudian mereka menatap Hp di genggaman tanganku. Sementara para murid sibuk belajar di kelas mereka masing-masing, Pak Dion juga sibuk di dalam mobilnya. Bokef “gadis itu menjerit keras ketika satu tusukan yang kuat tiba-tiba memaksa lubang anusnya untuk merekah, kemudian kemaluan Pak Agung menyodok pintu duburnya dengan sentakan-sentakan yang kuat. “Gimana kalau kita laporkan saja peristiwa ini…??” aku mulai antusias mengikuti jalannya konfrensi penting ini.




















