Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Indo bokep Teriakan kepuasan dari wanita itu pun membahana di seluruh ruangan. “Erik marah..”, pikirku. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Erik bersama seorang wanita yang sangat cantik, berambut panjang, kulitnya pun sempurna. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat. Erik terus berlanjut menciumku, aku bisa merasakan lidahnya memijat lidahku. Bosan dengan posisinya, Erik membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup. Erik pun menghela napas dan beristirahat sejenak, masih dalam rangkulan wanita itu. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua.




















