Sekitar jam 06.00 aku pulang, pamit lewat kertas yang aku selipin dibantalnya karena dia masih belum bangun saking capenya. Bokep indo live Terasa cukup ‘menyiksa’ si otong, aku berdiriin lagi Vina terus aku sambar bibirnya lagi sambil aku gendong dia ke meja panjang didepan kelas. “Gak apa-apa koq, yank… Cuma sebentar aja koq sakitnya, lagian aku bakalan pelan-pelan koq, tahan yah…” aku berusaha menenangkannya. Tapi susah masuk, pasti Vina masih perawan, ah, sebodo, dia yang minta toh, justru ini yang menjadikan ML klop awalnya. Aku samperin deh dia,
“Tok, lagi paen?”. Tapi susah masuk, pasti Vina masih perawan, ah, sebodo, dia yang minta toh, justru ini yang menjadikan ML klop awalnya. Ternyata si bodatok (bokong-dada-montok) masih dimeja yang tadi sambil sibuk dengan laptopnya. Aku papah dia menuju tempat kostnya. “Sori, sori… Laper nih, binyun milih yang mana…” kata aku.










