“Ah.. Bokeb mau kegh.. Sambil menarikku ke dalam kamar dan membaringkan aku dengan sedikit mendorong. “Ah enggak kok, lagian kan ada Nani,” kataku. “Iwan,” kata Iwan. masing-masing dua?” sambil melihat ke arahku. kamu mau yang mana?” tanya Ragit kepadaku.Kemudian aku melihat separuh foto-foto itu karena yang separuhnya sedang dilihat Ragit. Kulihat jam sudah menunjukan pukul 18.00 dan perutku sudah mulai lapar. “Aku Choly. “Masa?” tanya Iwan. pingin.. Aku pun pamit dan berterima kasih pada Ragit karena sudah malam dan besok masih ada pekerjaan yang menunggu di kantor.Pada hari Sabtu sore aku berjalan-jalan di sebuah pertokoan di dekat alun-alun. “Eh.. “Nunggu apa? “Saya Erika,” kata Erika. “Plok, plok, wah hebat bener sampai Nani harus dua kali keluar,” kata Erika yang sedang memperhatikan kami, ternyata dia dan Iwan sudah lama menonton pertandingan kami dan kami tidak menyadarinya.Setelah membersihkan diri kami berkumpul di ruang tamu sambil berbincang tanpa sehelai benang yang menempel.“Gimana Nan enak?” tanya Erika.




















