bisikku di hadapannya. Bukan urusanmu, gumamnya.Asap rokok dihembus kuatkuat. Bokef Aku sempat kelabakan juga untuk mengimbanginya. Kini kembali kulihat creative director yang dingin dan efektif. ia kembali balik bertanya.Kuangkat bahuku meski dalam hati penasaran.Aku senang kerja denganmu, aku suka ideidemu, suaramu, sikapmu. Peluh menitik di pelipisnya. kuayun panggulku perlahan hingga kemaluanku bergerak dalam liangnya. Tanti menghela nafas dan menatapku luruslurus. tanyaku. Ia tetap tenang menantiku.Serius? Hampir sejam Anita di kamar mandi, ia muncul dalam keadaan wangi dan berbaju bersih. Kita capek, dan perlu refreshing kan? Aku tahu apa aja yang biasa kau lihat dari situ, aku juga bisa menebak apa yang ada dalam otak kreatifmu itu.. Tapi boleh dong aku tahu, aku ini nomer berapamu? Dengan gugup ia meraih kancing branya saat blusnya kulucuti. Jujur, ni ye, ledekku. Jemarinya mencengkam lenganku saat kususuri sisi lehernya dengan bibirku. Gaya kneetrembler begini betulbetul menuntut stamina ekstra. Masa, sih? ledek Tigor si media planner. Masa, sih? Bibir kami terus bertaut




















