Semua teman kostku pada ngapel atau entah nglayap kemana. Segera aku tangkap kedua gunung itu dengan tanganku.“Enggh.. XNXX Jepang emmh..” Maya mulai melenguh.Nafasnya mulai tak beraturan. “Maya suka sama mas Andra?”Maya memandangku penuh arti. Matanya seakan ingin bersorak mengiyakan pertanyaanku. Bagiku menggilir payudara Maya sangat menyenangkan. Aku cuman duduk-duduk sambil gitaran di teras kamar kostku. Segera aku keluarkan penisku dari sangkarnya. Aku cuman tersenyum kecut.“Udah putus aku sama dia.” jawabku kemudian.Nggak tahu deh, tapi aku menangkap ada yang aneh dari gelagat Maya. Masss… jangan… aku uuuh…”Ketika kulepaskan maka nampaklah bekasnya memerah menghias di leher Maya.“May… kaosnya dilepas ya sayang…”Gadis itu hanya menggangguk. Mataku melebar memandangi dua gundukan manis tertutup kain pink tipis. Gadis itu nampaknya senang mendengar aku putus. Malah waktu itu aku aku lagi marahan sama doski.Waktu itu aku nganggap Rere nggak bener-bener sayang sama aku. Aku lagi jutek banget sama dia. Dan ternyata CD pink yang dikenakan Maya telah basah.“Maya kencing di celana ya Mass?”
“Bukan sayang,




















