Jangan.. Ada nada keraguan atau mungkin juga kepura-puraan.“Ngapain aja terserah kita dong. Bokeb Ada nada keraguan atau mungkin juga kepura-puraan.“Ngapain aja terserah kita dong. Dinginnya udara Puncak mulai terasa. Dinginnya udara Puncak mulai terasa. Rasanya nikmat sekali bercinta sambil berdiri. Aku minta air putih saja untuk di dalam kamar. Jangan disini sayang!” Ia mengakhiri kata-katanya dengan menyerbu bibir dan mukaku kemudian menarikku ke ranjang.“To, aku merasa kesepian dan kedinginan. Di keluarin dimana nih ohh. Akupun maklum saja. Tinggal tarik ulur tali saja agar ikannya tidak terlepas. Kupandangi wajah Titin, kupegang tangannya dan dengan sekali tarikan ia sudah ada dalam pelukanku. Tapi tanganku tetap dibiarkan di bahunya. Sementara itu tangan kananku meremas halus buah dadanya dari luar. Aku..”.Sambil berkata begitu ia langsung mencium bibirku. Ia hanya tersenyum dan mengangguk.Kuangkat tubuhnya berdiri di samping ranjang. Wanita pertama tadi hanya diam saja, meskipun raut mukanya menunjukkan kekesalan.




















