nanti Ibu bangun..” dia pun mengecilkan suaranya.Hanya mulutnya yg meringis-ringis saja. Waahh, makin ngeres aja aku.Setelah menyimpan bakul beras di rumahnya, dia pun masuk ke rumahku lewat pintu belakang.”Ssstt.. Bokep barat kuhisap yaa..” katanya.Lalu dia berbalik arah. habis sewaktu cerita-cerita tadi susu sama tempek Fitri jadi gatel lagi,” sahutnya.“Singkong Mas sekarang keras nggak?” sambungnya.Tiba-tiba tangannya memegang kont0lku dari luar. Dia pun menurunkan sarung dan celana dlmku, lalu kaosku. dia menggeliat bangun. Setelah aku kerokin dan pijitin sdh sembuh. Aku tak berani menegok ke arahnya.“Ya.. Lunak dan lembut. Tdk ketemu. Mass.. Waahh.. udaahh.. Lalu dia minum air putih.“Fitri juga siihh.. oohh ahh..”Takut ibuku bangun, kucium mulutnya. Aku menemaninya sambil memotong-motong pisang, singkong dan ubi. Sdh basah.“Aaahh.. Hening karena masing-masing mengerjakan tugasnya.Setelah selesai semua, Fitri membuka pembicaraan.“Maass.. aahh Mass.. biasanya seperti air. Nanti telat..” kataku lagi.Akhirnya Fitri pulang. Kepalanya menengadah sambil mendesis-desis. Aaauuw.. yg dalem Mass.. yg sebelah situ enak Mass.














