Tampak Bu Bekti telentang lemas dan aku tanya, “Bagaimana? Bokep indo “Ya, biar tidak kaget ketika dengan suaminya nanti. te.. Kasihan, lho, mungkin sejak dulu dia mengharapkan seorang adik.”
“Ya, mudah-mudahan lah, Jeng. Mungkin bentuk bulu-bulu gituannya Bu Bekti penampilannya kurang merangsang. Terlalu sering capek.”
“O, itu toh. Akhirnya aku pun mencapai klimaks dan aku merintih, “aa.. Akhirnya kita berdua mulai melepas pakaian satu-persatu dan akhirnya polos lah semua. Aku sudah tak ingat apa-apa lagi. Nanti semua orang tahu bagaimana?””Sekarang yang penting berusaha agar putrinya bisa punya adik. Rejeki akan segera datang. uuh. ‘Kan yang namanya kerja itu juga butuh istirahat. Bu Bekti bisa dibilang ramah, banyak ngomongnya dan senang bercanda dan sampai saat tulisan ini aku buat dia baru mempunyai satu anak, perempuan, berusia 8 tahun walaupun usia rumah tangganya sudah 10 tahun sedangkan aku sudah 30 tahun. Ceritaku ini sebenarnya malu untuk aku publish tetapi karena aku lihat banyak juga kiriman dari pembaca lain, maka dari itu aku










