Aku hanya sanggup menganggukkan kepala. Aku tau pasti, Evi pasti marah dan cemburu melihat kedekatanku dengan Tia. Vidio porno Apa sih menariknya aku hingga ada 2 gadis cantik yang memperebutkan aku. Aku dan Tia berpasangan berdansa sambil mengikuti alunan lagu dari tape recorder. Sampai pada hari yang dinanti-nanti,sekali lagi Tia mendominasi ku. Hingga suatu hari, aku dekat dengan seseorang bernama Evi. Oh my God … perasaan apa ini. Aku hanya tersenyum dalam hati. “Thanks ya, Vi”. Evi cemburu!!! Tapi sekali lagi, aku memang pengecut. Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Sesekali bibir Tia mengecup keningku dengan hangat dan tangannya membelai lembut setiap helai rambutku. Sepanjang jalan, tangan Evi selalu menggelanyut manja dan kepalanya di sandarkan dilenganku seakan tidak peduli berpasang-pasang mata menatap heran ke arah kami. Akhirnya kami memisahkan diri dari keramaian. Kamipun akhirnya asik dengan permainan kami sendiri. Hhmmm nikmat banget baunya.




















