Batangnya yang keras kujilati hingga mengkilap.“Sekarang kau boleh entot kemaluan Mama, Tom..” kataku setelah puas mengulum penisnya. Yah, aku paling tak tahan kalau kemaluanku di oral seks.Tommy tersenyum sebentar ke arahku, sebelum mulutnya mencium permukaan lubang tempat di mana dia dulu pernah keluar. Bokepindo Bukan salahku kalau aku masih menggebu-gebu dalam berhubungan seks. Puas berciuman, Tommy melanjutkan sasarannya ke kedua payudaraku.Kedua puting susuku yang waktu kecil pernah Tommy hisap, kembali dihisap anak sulungku itu dengan lembut. Penisnya segera dibimbing anakku menuju lubang kemaluan tempat Tommy lahir. Sejak saat itu aku tak lagi stress karena sudah mendapat pelampiasan dari anakku. Sebisanya kutahan-tahan, tapi selangkanganku sudah basah kuyup. Tak sedikitpun aku lepas dari pengawasan mereka bertiga. Suamiku dan Bagus sudah pergi, dan tinggal Tommy yang ada di bawah. Setiap saat aku selalu dapat memuaskan nafsuku yang begitu besar. Memang sih aku bisa masturbasi, tapi kurang nikmat.












