Tapi biarlah, kak Dewi toh sudah dewasa, ia pasti tahu apa yang dilakukannya. Lalu seteguk air putih. Bokef Turun kembali ke lantai bawah, menikmati dua wajah cantik, dan sepiring nasi goreng bertabur SoGood Sozzis.“Nih buruan, sarapan dulu !”, kak Dewi yang kemudian menyuruhku sarapan, sementara mereka sendiri telah selesai.Aku lalu sarapan dengan diawasi oleh dua mahluk cantik yang tidak buru-buru beranjak dari meja makan. “abis keramas nih yee !”, kataku dalam hati.“Apa senyam-senyum gitu ?”, kak Dewi menatapku heran.“Enggak …! Sekaligus membantu diriku sendiri. Tidak benar-benar maskudku. Ketika aku bermaksud menaiku tubuh kak Dewi.“Tunggu sebentar. Janji !”, kataku sambil setengah mendorong tubuh kak Dewi.Kak Dewi tak urung menurut. ah masa bodo… tapi kalo dia kesini, kalo dia nginep, berarti …? Tonjolan dibalik kain sarung yang kukenakan makin mengeras. Tapi tangan kak Sinta menahanya, akhirnya kak Dewi menyerah.




















