Selesai. Saya tersenyum dan ia pun membalas senyumku dan mengajakku ke belakang (toilet wanita). Bokep stw Namun pernah suatu ketika ia sakit demam, duh saya bingung sekali. Ketika itu kebetulan Ratih mendapat hukuman yang menurut saya amatlah berlebihan dari oleh seniorku.Sugguh kasihan sekali dia, saat itu saya berfikir hukuman itu sudah melewati batas. Tanpa ba-bi-bu kuikuti langkahnya dan pokoknya kami sudah ada di dalam.Cukup sepi, karena terhitung masih pagi, belum ada yang ke belakang. Permainan kami pun berhenti. Saya duduk dengan gelisah, akh dia mempermainkan nafsuku. Bingung juga yah saya waktu itu. Nafasku pun memburu dengan cepat. Bingung juga yah saya waktu itu. Dan mau tahu apa yang ia lsayakan tiap itu terjadi? Saya hanya manggut-manggut saja mengiyakan sambil terus berjalan menuju kelas kami.“ Eh, kamu ini lucu juga yah, dari tadi senyum-senyum sendiri, hhe… ”,Saat itu dia tertawa kecil, beuhh manisnya temanku ini. Telapak tanganku ternyata cukup menutupi selangkangannya, ia gesek-gesekkan dan saya mulai menekan kemaluannya, jari




















