Rupanya Indra dan Beni tahu apa maksudku.“Oh iya, sori Saras, maaf Boss…..!” jawab Beni sekenanya sambil pura-pura berjalan menuju belakang ,padahal dia berjalan kearah belakang kursi Saras dan hal itu tidak disadari Saras. Dia mencoba untuk mencari tempat tambal ban di dekat situ.Anto juga sempat bebincang dengan Saras untuk sabar menunggu. Bokep jepang ahh.., enak mas..!” timpal Saras. Dan benar saja tidak beberapa lama kemudia turun hujan. Saras hanya pasrah diperlakukan seperti itu. Saya hanya tersenyum saja.“Masukin punya mas…sekarang..!” pinta Saras.“Nanti dulu, puting kamu aku isep lagi..!” jawab saya.Maka dengan cepat langsung puting yang berwarna coklat muda itu saya hisap dengan kencangnya secara bergantian, kiri dan kanan.“Ahh, enakk mas..! Saras hanya pasrah diperlakukan seperti itu. Saras mengenakan blazer warna coklat dengan rok span diatas lutut. “Di muka saya saja.” jawabnya cepat.










