Terima kasih, Sasha.” jawab Pak Anton.“Sama-sama, Pak.” Sasha menjawab dengan riang, akhirnya ia terbebas dari beban pekerjaannya.Sasha segera beranjak keluar dari ruangan Pak Anton.“Oh ya, Sasha!” belum sempat kenop pintu ruangan itu dipegang Sasha, tiba-tiba Pak Anton memanggilnya dari belakang.“Ada apa, Pak?” ujar Sasha dengan nada agak kecewa.“Malam minggu ini kamu ada waktu? Pak Anton hanya tersenyum saat melihat rencananya berjalan dengan amat lancar.“Ah, ini wine dari Prancis. Bokeb Sasha bisa melihat jelas raut wajah Pak Anton yang terkekeh-kekeh mengamati pantatnya itu.“Jangan Pak… Saya malu…” pinta Sasha dengan pelan. Pak Anton segera beranjak berdiri dan mendekati Sasha. Sasha sering dijadikan bahan obrolan dan fantasi mereka sehari-hari.Sayangnya, mereka tidak bisa berharap terlalu banyak karena Sasha sudah memiliki seorang suami bernama Aldy yang menikahinya 3 tahun lalu. Anehnya, suasana tegang karena takut ketahuan justru memberikan dorongan seksual tersendiri bagi Sasha.“HMPP…PPF!! Kok malu? Sasha tampak kebingungan untuk menutupi wilayah-wilayah vitalnya tapi Pak Anton langsung menarik turun tangan Sasha yang menutupi




















