“Oke kalau gitu, kita berangkat sekarang” katanya sambil melangkah ke pintu mengikutiku, tentunya setelah kami pamit sama orangtuanya.Setelah kami duduk di atas becak, kedua orangtua Nidar berpesan agar kami hati-hati dan cepat-cepat pulang. Bokep hijab Aku justru senang bisa juga ikut nonton di bioskop” kataku dengan rasa gembira dihatiku. Aku bersyukur sekali ada orang lain yang mau membantuku. Aku setuju saja dan rencanaku nanti jam 12.00 baru aku kembali tidur ke rumah. Mungkin karena nikmatnya atau karena baru pertama kali kami alami, bahkan yang terpikir di benakku kalau ternyata kami nanti dapat kesempatan mengulanginya, aku mau lebih memuaskan lagi Nidar, karena aku menyesal tidak sempat menjilati dan memainkan lidahku di kelentitnya dan lubang vaginanya, padahal permainan itu selalu kuimpikan untuk memuaskan pasanganku. Mudah-mudahan kita bisa menikmatinya kembali yah Kak, sebelum berangkat atau sepulang KKN nanti. Aku nggak mau maksa loh, nanti Kak takut ketahuan atu dimarahi sama do-inya, kan berabe jadinya” kata Nidar memancingku sambil tertawa.




















