Tania menjerit lebih keras.Dan Aku merasakan jepitan menguat di bawah sana, seakan mereMas, dicampur denyut-denyut keras. Bokep stw Kamu mulai menggelinjang.. Lalu kami saling bercerita canda panjang lebar untuk menanyakan keadaan masing-masing. Dan..”, aku sengaja menghentikan fantasiku, karena ingin mendengar reaksi Tania.Namun aku tidak memperlambat aktifitas tanganku di bawah sana. Rupanya ia bergegas pulang sore ini karena ada janji dengan seseorang, begitu kata office boy yang dengan setia masih menungguku.“Acchh.., Tania, dengan siapa lagi kamu malam ini..?”, aku bertanya dalam hati sambil bergegas meninggalkan pintu ruang kantorku. Tubuhmu bergerak naik-turun.Mula-mula perlahan dan beraturan. Nia enak nggak?”, aku berkata lagi.“Ehh..mm”, Tania tidak menjawab, hanya tersenyum di seberang sana.Namun aku tahu pasti bahwa ia pun telah sangat menikmati ke-‘lega’-an bersamaku beberapa menit yang lalu.“Nia, kita udahan dulu yaa.. Aku masih terus menghujamkan sejuta kenikmatan. Kedua kakiku merentang tegang, dengan tumit tenggelam dalam-dalam di kasur.




















