Dan pada akhirnya kami saling berpandangan, saling tersenyum, dan mulut kami pun saling berciuman.Kedua tanganku yang semuala tidak bergerak kini mulai melingkar di tubuhnya. Baru kali ini aku menyaksikan sepasang manusia bersetubuh tepat di depanku secara langsung. Bokep hijab Sandi yang dahulu katanya sempat menaksir aku, yang kini adalah suami Yanti, terlihat semakin ganteng saja. “Iya.., oh.., enaaks… teruus..!” kataku sambil menekan kepalanya. Sambil tersenyum aku mengangguk pelan. Napasku mulai memburu hingga akhirnya aku menjerit kecil ketika bibir itu menghisap puting susuku. “Giliranmu… Mas..! “Kasihan Mas Hadi nanti sendirian..!” kataku. Ayo kutunjukkan kamarmu..!” katanya sambil membimbingku. Mataku masih terpejam. Nikmati Rida yang pernah kamu taksir dulu..!” kata Yanti lagi. Karena mungkin Yanti tahu kedatanganku, maka dia mempersilakan aku masuk.“Masuk sini Rid..!” kataya dari dalam kamar. Sejenak aku membuka mataku, nampak Yanti membelai vaginanya sendiri dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya meremas pelan kedua payudaranya secara bergantian.




















