Oleh karena itu beberapa lama kupikirkan hingga“Kamu nggak mau yah.,, nggak apa-apa deh kalo gitu” ujar Nadia dengan nada sedikit kecewa“Nggak ,, gue cuma..” perkataanku terhenti“Cuma apa…?” tanya Nadia“Belum pernah ciuman…” ujarku malu-malu, mukaku semakin merah saat selesai mengatakannya.“Astaga,.. Gimana?” balas ida.Ida mulai menaikan pinggulnya dan menurunkan celananya. Bokepindo Hari itu terasa sangat singkat, tugas-tugas di kantor terasa lebih ringan mungkin karena suasana hatiku yang sedang senang.Sepulang kantor kujemput Nadia di kantornya kemudian kami makan malam di sebuah restoran dekat rumah kami, setelah itu kami pulangSesampainya di rumah, kuputuskan untuk mandi dan langsung menonton tv. Keesokan harinya Nadia bangun lebih dulu, segera ia menuju ruang tv dan melihatku yang sedang tidur“Loh, nggak tidur di dalem? Walaupun beberapa detik tadi sangat kunikmati, melihat kedua buah dada Nadia yang lumayan besar dihadapan mataku, sangat ranum dan bentuknya pun bulat sempurna juga kencang, tapi kembali lagi rasa bersalah memenuhi kepalaku hingga membuatku lupa bahwa itu adalah hal yang wajar bagi




















