“Ya ampun Zainal, kamu baru bangun!”, teriak Indah. Indo bokep emangnya kenapa Mbak?”, tanyaku
“Sudah jam berapa ini? Kucumbu tengkuk kirinya dan sesekali kukulum telinga kirinya. “Uhh.. “Mbak, pria yg duduk disana ada yg ngelihatin Mbak terus, sepertinya naksir, mau kukenalkan Mbak”, kataku sambil menghabiskan roti bakarku. “Kamu sudah makan Zainal? “Lha terus kenapa Mbak mau nginap denganku padahal aku kan nggak ngajak”, tanyaku dengan suara berbisik. Setelah melahap 3 potong roti, aku bertanya padanya,
“Dari mana saja Mbak kok dapat roti enak?”
“Tadi aku silaturahmi ke tempat saudara-saudara dan pulangnya dibawain ini”, jawabnya. “Nggak apa-apa Mbak, cuma mikir kerjaan besok”, jawabku santai. Kubaca satu persatu berkas tersebut dan memilah-milahnya menjadi beberapa bagian. Tak lama kemudian pesanan kami datang. “Mbak, pria yg duduk disana ada yg ngelihatin Mbak terus, sepertinya naksir, mau kukenalkan Mbak”, kataku sambil menghabiskan roti bakarku. “Iya, terus akan kusuruh hantu-hantu itu nyubitin seluruh tubuhmu tak tersisa”, balasnya dengan senyum kemenangan.




















