“aku malah belum pernah ML ama Wanda (Vina mungkun mengira aku masih berpacaran dengan adik tingkatku di kampus yang memang dia kenal) tapi sama cewek lain penah sekali” jawabku setengah jujur. Bokeb Aku tertawa, kemudian sengaja mencubit klitorisnya. “aku belum puas lho, Vina ku sayang” bisikku di telinganya. Dia mengangguk, tangannya mencengkram erat lenganku. “aagghhhh..” Dia mendesah. Ketika kepala kontolku sudah benar-benar tepat di depan lubang memeknya, ku hentikan hisapanku di telinganya. Aku mengangguk, sambil tetap menghisap telinganya. Aku mengangguk, sambil tetap menghisap telinganya. Tapi gk boleh nyentuh aku” katanya. Tangannya mengocok pelan kontolku. Masih kugesek-gesekan kontolku di permukaan memeknya yang mulai banjir, suara desahannya makin kencang saat ku hisap daun telinganya, dan kujilat bagian dalam telinga dengan lidahku. “aku malah belum pernah ML ama Wanda (Vina mungkun mengira aku masih berpacaran dengan adik tingkatku di kampus yang memang dia kenal) tapi sama cewek lain penah sekali” jawabku setengah jujur.




















