Aku sempat kaget tengah malam kegini siapa lagi yang menghubungiku terlintas dalam benak aku. Penulis yang masih terus penasaran melihat tindakan gadis tersebut. Bokep stw sementara di dalam café pengunjung sepi ” inilah yang terlintas dalam benak penulis.Akhirnya penulis mencoba memberanikan diri menyapa gadis yang memakai baju warna putih tembus pandang. Ponsel berbunyi terus kubiarkan sampai tiga kali panggilan baru kuangkat.Sangat kaget mendengar sautan dalam posel itu terdengar suara perempuan baru kukenal. “Hai… lagi ngapain mbak ? Sesampainya dicafe Ramah langsung didekati seorang laki-laki separuh baya yang notabenya om-om. Tubuhnya yang mungil dan cantik di terpa angin yang kencang. aku mau cerita lebih jauh lagi ama abang. Aku terkejut dengan napas yang agak kencang, jantungku berdebar-debar ada rasa benci dan suka. “Hai… lagi ngapain mbak ? Sesampainya dalam café penulis menanyakan “Ramah minum apa ? Dengan kesopanan Roni juga membuat aku terus bertambah sayang dan cinta sama dia.Tanpa kami sadari Tiga bulan sudah berjalan hubungan aku dengan Roni.




















