Puki Keriting Jepang Volume 33

Pandangan Yeni sekilas ke penisku yang mengacung tegang. Bokep indonesia “Sering-sering ke sini ya,” Lagi-lagi ucapan basa-basi yang standar. “Pijit dulu aja,” sambungnya. Semacam “kompensasi” dari lubangnya yang tak begitu erat menggenggam penisku. Berpengalaman dia rupanya. “Bagus engga cewenya?” tanyaku. Yeni menuruti komandoku. “Maunya service yang memuaskan.”
“Yang memuaskan yang gimana?”
“Body massage, karaoke, dan main,” serangku, meniru servis Si Besar tadi. “Boleh. Semacam “kompensasi” dari lubangnya yang tak begitu erat menggenggam penisku. “Bukain,” Aku balik memerintah. “Pake kondom ya Mas.”
Maksudku juga begitu. Naik lagi menciumi pelirku, bahkan mengemotnya, satu persatu bergiliran bijiku masuk ke mulutnya. Oh ya, ada lagi yang perlu Aku ceritakan. Ini memberiku kesempatan untuk mengerem nafsuku yang tadi hampir meledak. Sayangnya, buah dadanya tak begitu “menjanjikan”. “Pake kondom ya Mas.”
Maksudku juga begitu. Tapi tak simetris, buah kirinya agak turun, tak bulat benar (Mas Wiro, umumnya buah dada memang tak simetris ya, kanan kiri beda. Aku tambah yakin, dadanya benar-benar “menjanjikan”.

Puki Keriting Jepang Volume 33

Related videos