Aku duduk di sofa dan Melisa berjongkok membelakangiku. Karena setiap kali saya masuk kelas, teman-temannya mengolok-oloknya. Bokep hot Anak-anak tidak mendengarkan ketika saya berbicara. Tanpa berpikir, karena sudah nanggung, saya menerimanya. Jika saya panggil, itu berarti saya kehilangan martabat profesi pengajar saya. Karena nafsu birahi ada di kepala, saya mulai meletakkan tangan saya ke dalam pakaian olahraga Melisa dan memeras remas toketny yang ranum.Melisa semakin terengah-engah ketika aku melepas bajunya dan bra. Yah, mungkin karena saat itu saya masih 22 tahun, sedangkan Melisa 17 tidak jauh. Kami membuat perjanjian untuk bertemu di mal. Tetapi karena dia tertarik padaku, akhirnya dia mau. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya semua kontolku telah memasuki anus Melisa. Akhirnya, saya berani memanggil Melisah malam itu.Anehnya, ketika saya menelepon, seolah-olah Melisa dan saya seperti teman lama, tidak ada batasan antara guru dan siswa. Kemudian, sesuatu yang sangat mengejutkan terjadi.




















