Kutempelkan gagang kemaluanku ke kemaluannya. Usianya baru 19 tahun, beda jauh dgn usiaku yg sudah 35 tahun dan sudah meniikah dgn dua anak. Bokep jepang Enak kan..?” aqu meniimpalii sekenanya.Semula iia terliihat jengkel tetapi kemudian tersenyum, paham.Jam 12 malam sudah. Ayo dong, kamu juga buka pakaian..!”Aqu segera membuka pakaian. Jadi, aqu sudah tahu dan siiap untuk menjadi madumu.” jawabnya dgn centiil sembari mencubiitku.“Yg bener niih..?” tanyaqu sembari tertawa, bahagiia sekalii rasanya.Kutengok arlojiiku, sudah jam 11 malam.“Kamu nggak mau pulang nengok Papa-Mama Ke..?”“Kan sudah saya biilang, saya bolos dan kamu harus merahasiiakannya, Oke..!”Dia membaliikkan badannya sehiingga menghadapku, kulonggarkan pelukanku dan dia sepertii tersadar. malu niich..!” katanya, tanpa memiintaqu berhentii.Aqu menjadi semakiin beranii. Keke sepertiinya menjadi bangkiit gaiirah dan melenguh-lenguh sembari mengulum gagang kemaluanku.Sesudah kamii sama-sama penuh gelora dan napas kamii sudah tersengal-sengal penuh keniikmatan, Keke bertanya, “Giimana lanjutnya Har..?”“Kamu bener udah siiap..? Tadi besar sekalii sampaii mulutku nggak muat..?”“Ya iiya dong Sayg, kalo lgi bobok yg cuma 3 cm,




















